Cerita Sex Derita Sasa – Part 2

Cerita Sex Derita Sasa – Part 2by adminon.Cerita Sex Derita Sasa – Part 2Derita Sasa – Part 2 part 2 bagus, sekarang dengerin gue, setiap pagi lu harus pake baju yang gue pengen dan inget lu ga boleh pake cd atau bh, abis itu lu datang ke wc ini buat gue cek, siangnya pas istirahat lu harus dateng ke kamar gue di belakang gedung D, dan pas lu […]

multixnxx-Brown hair, Long hair, Ponytail, 69, Asian-4 multixnxx-Brown hair, Long hair, Ponytail, 69, Asian-5 multixnxx-Brown hair, Long hair, Ponytail, 69, Asian-6Derita Sasa – Part 2

part 2

bagus, sekarang dengerin gue, setiap pagi lu harus pake baju yang gue pengen dan inget lu ga boleh pake cd atau bh, abis itu lu datang ke wc ini buat gue cek, siangnya pas istirahat lu harus dateng ke kamar gue di belakang gedung D, dan pas lu selesai kuliah, lu harus dateng lagi ke kamar gue. Terakhir, selama lu di kampus ini, kapanpun gue kasi lo perintah, lo harus nurut. Ngerti?!
iiya tu..tuan jawab sasa dengan tergagap karena dibentak oleh pak mar.
Setiap lu ga patuh, lu harus dihukum. Dan kalo lu ud bikin 3 keslahan, gue ga segen2 nyebarin video lo! Ahahahah. Ngerti?! bentak marjo yang diakhiri senyuman menyeringai
Iyaa tuan sasa menjawab sambil masih membersihkan sisa sprema pak mar yang meluber di dagu dan bibirnya.
gue masih liat lo pake cd sama bh, sekarang lepas semuanya!
tapi..tapi
kaga ada tapi- tapian, sekarang lu lepas atau lu mau nerimah hukuman gue yang pasti bikin lu nyesel.
Sasa yang terancampun mulai melepas jilbab nya perlahan, lalu meloloskan kaos putihnya yang tipis, dan menarik turun legging hitamnya. Sekarang tubuh indah sekalnya hanya berbalut bh berwana cream dan cd yang berwarna senada. Pak mar melotot dihadapanya tersaji tubuh putih mulus yang sekarang akan menuruti setiap keiinginanya, dia bisa saja langsung menerkam dan memperkosanya, namun dia menahan diri agar rencananya tidak sia-sia.
lepas BH sama CD lo! Cepet!
Sasa masih terdiam, dia merasa malu dan terhina telanjang di hadapan pak mar.
ayoo cepetan, lempar cd sama bh lo kesini, terus lu pake baju sama jilbab lu lagi
Sasa pun mulai membuka bh nya, terlihat lah buah dada 36b yang bulat sempurna, dihiasi oleh putting mungil berwarna pink yang agak mengeras. Lalu dia menurunkan cd nya dengan ragu, mulailah terlihat sedikit bulu2 halus kemaluan wanita berjilbab ini, sebuah vagina yang montok, berwana pink dengan bulu bulu halus yang terawat.
hahaha, sini bh sama cd lo, gue ambil dulu, ntar lu bisa ambil lagi sehabis kuliah beres, dan ingat siang ini lo harus ke kamar gue pak mar pergi sambil memasukan cd dan bh ke kantong kresek yang dia temukan.
Sasa menatap nanar melihat pakaian dalamnya dibawa, sambil memakai kaos dan leggingnya, dia sedang membayangkan bagaimana dia bisa menjalani perkuliahan tanpa menggunakan bh dan cd.
Akhirnya dia selesai mengenakan semua pakaiannya, tak terkecuali jilbab yang dibentuk modis mengikuti zaman, dia serakarang menatap cermin meliat tubuhnya dari atas sampai bawah, kerudung nya sudah tertata rapi, menutupi hanya sampai leher saja, lehernya terbalut dalaman kerudung berwarna cream. Keringat membuat, Kaos lengan panjang putihnya makin menempel ditubuhnya, kaos lengan panjang yang biasa dia kenakan untuk senam itu begitu ketat memeluk dadanya sampai sepasang putting sasa bisa samar terlihat. Lalu dia menurun kan pandangannya ke arah kakinya, legging hitam ketat itu juga membalut kakinya yang jenjang, memperlihatkan lekukan bokongnya, dia dengan tidak menggunakan celana dalam sekarang jika dia membungkuk maka bagian belakang leggingnya akan tertarik dan menjadi transparan, dan yang terburuk karena legging itu begitu ketat sekarang vaginanya tercetak jelas membentuk gundukan dan garis di bagian depan leggingnya.
Sekarang sasa sudah duduk dikelas mendengarkan kuliah pak sardi, dia berusaha focus pada kuliah, namun percuma saja karena kelas ini begitu panas disebabkan ac yang rusak, membuat keringat sasa bercucuran. Bagian depan kaosnya yg basah oleh keringat sudah hampir transparan, buah dada sasa yang sekal pun semakin memperlihatkan bentuknya. Sasa berusaha menutupi dadanya dengan jilbabnya, namun jilbab itu terlalu pendek. Di kursi paling belakang sasa mulai mendengar bisikan-bisikan teman sekelasnya mengenai tubuhnya sst, liat tuh men badan si sasa, sexy banget pantanya bro, mantep banget tuh pas duduk liat dah kaga ada Garis bh nya, apa die kaga pake?. Mendengar kalimat yang terakhir sasa langsung panic sekaligus terangsang, dia tidak ingin temen2 nya tahu bahwa saat ini dia tidak memakai pakaian dalam dan juga merasakan perasaan senang orang2 melihat dan memuji tubuhnya. Sasa mulai menghayal kemungkinan teman2 lelaki dibelakangnya mengerubunginya lalu mulai menyetubuhi sasa beramai ramai, sasa mulai terbawa lamunanya, memikirkan dia mengoral penis teman2 nya membuat nya horny, karena nafsu yang tak tuntas tadi, ditambah jika sasa menggerakan pinggulnya, maka jahitan legging akan menggesek clitorisnya. Beberapa saat dia memejamkan matanya sambil menggerakan pinggulnya maju mundur, terasa nikmat clitoris nya tergesek jahitan legging.
Beberapa saat sasa menikmati gesekan2 di klitorisnya, memejamkan mata sambil medesah pelan tiba-tiba dikejutkan dengan suara pak sardi. sasa, coba kamu kedepan lalu tulis ini di papan!. Sasa yang sedang menikmati fantasinya buru2 berdiri dari kursinya lalu berjalan ke depan. Bokongnya yang semok bergoyang mengikuti irama tanpa ada cd yang menahan, semua lelaki di kelas menatap bokongnya dengan pikiran mesum. Di depan kelas pak sardi memberikan kertas materi yang harus di tulis di depan,kamu tulis paragraph ini di depan ya sasa menerima nya lalu mengambil spidol yang ada di papan tulis, namun sasa baru sadar dia harus sedikit berjinjit karena papan tulis di bagian bawah sudah penuh terisi. Sasa pun mulai menulis dengan berjinjit membuat bokongnya semakin terbentuk dan lekuk2 tubuhnya terlihat jelas. Sebenarnya pak sardi memang ingin melihat pemandangan ini dari tadi karena sejak sasa masuk dia sudah menyadari kemolekan tubuh mahasiswinya hari ini.
Ketika semua menikmati pemandangan indah dari lekuk tubuh dan bokong sasa, sasa masih menulis dan tak menyadari apapun. Ketika dia sampai di kalimat terakhir, spidolnya jatuh, sasa pun membungkuk untuk mengambilnya, gerakan itu membuat bagian bokong leggingnya menjadi transparan dan menampilkan bokongnya yang tanpa cd. Semua orang di kelas terbelalak melihat kejadian itu. Para lelaki pun mulai menyoraki sasa mantep banget tuh bokong suiit suit kaga pake cd nih. Sasa baru menyadari apa yang terjadi, dia cepat2 berdiri lalu mulai menulis lg, dia benar2 malu bagian tubuh nya yg seharusnya tersembunyi malah terlihat di depan kelas. Ketika selesai menulis, sasa pun membalikan tubuhnya dengan cepat, dia berjalan menuju kursinya dengan cepat. sasa, jangan kamu bawa spidolnya! ternyata sasa lupa mengembalikan spidol pak sardi, diapun berbalik dan memeberikan spidolnya kepada pak sardi. akal mesum pak sardi bekerja, ketika sasa memberikan spidol itu ketangannya, pak sardi sengaja tidak menerimanya dengan baik, membuat spidol itu jatuh di bawah meja dosen. Dia pun meminta sasa untuk mengambil spidol yang ada di bawah meja,sasa tolong ambilkan spidol yang jatuh itu ya, ada di kolong meja, bapak sedang sakit pinggang tidak bisa membungkuk. baik pak sasa sadar bahwa pak sardi sengaja menjatuhkan spidol itu, namun dia sekarang bingung karena letak spidol itu agak masuk kedalam jadi sasa harus ke depan meja itu lalu menungging untuk mengambilnya, dia tidak ingin menungging ke hadapan teman2 nya karena bokongnya akan terllihat lagi. Dengan terpaksa dia pelan pelan membungkuk untuk mengambil spidol itu, gerakan perlahan sasa malah semakin menambah keseksian bokongnya ketika menunduk, dia berusaha menggapai spidol itu tetapi kaki pak sardi malah menjauhkan spidol itu sehingga dia harus masuk lebih dalam ke kolong meja, sekarang teman2 nya bukan hanya bisa melihat pantanya secara samar tetapi juga dengan vaginannya yang montok menempel ketat dengan leggingnya ketika menungging kontur vaginanya semakin jelas karena ternyata legging nya telah basah oleh pelumas yang tadi dikeluarkan ketika berfantasi. akh, dapet juga sasa berhasil meraih spidol itu, lalu dia pun segera memberikannya ke pak sardi, ketika dia kembali kemejanya suit suit kaga pake cd nihhh keabisan yaa cd yyaaa ngompol enak nihh seloroh teman2 nya, sasa malu sekali, dia kembali duduk dengan wajah merah Manahan malu. Dia baru kali ini merasa di lecehkan seperti itu ini semua gara-gara pak marjo kesal sasa dalam hati. sudah-sudah sekarang kita lanjutkan lg kuliah, kalian jangan ribut. Kelas pun dimulai kembali.

Author: 

Related Posts