Cerita Sex Dark Secret II : Revenge – Part 10

Cerita Sex Dark Secret II : Revenge – Part 10by adminon.Cerita Sex Dark Secret II : Revenge – Part 10Dark Secret II : Revenge – Part 10 Chap 3 Final Masquarade. Part 3 ~ ~ ~ * * * ~ ~ ~ “Uuuuhhhhh.. Kenapa lama sekali sih?” gerutu Karin sambil duduk disalah satu kursi di pesawat jet pribadi itu. Disebelahnya seorang pramugari lain duduk sambil memainkan rambutnya. “Tunggu aja lagi bentar mbak, biasa, ngaret…,” […]

tumblr_nktvu1fs4e1up9txto1_540 tumblr_nktvu91ycz1up9txto1_540 tumblr_nkumw6rwTY1up9txto1_540Dark Secret II : Revenge – Part 10

Chap 3
Final Masquarade.
Part 3

~ ~ ~ * * * ~ ~ ~
“Uuuuhhhhh.. Kenapa lama sekali sih?” gerutu Karin sambil duduk disalah satu kursi di pesawat jet pribadi itu. Disebelahnya seorang pramugari lain duduk sambil memainkan rambutnya.

“Tunggu aja lagi bentar mbak, biasa, ngaret…,” kata rekannya sambil memperhatikan detail rambutnya.

“Iya nih Cath, kalau gak bayarannya gede, tak tinggal dah.hihihi…, eh, kamu nerima special request juga gak?” tanya Karin blak blakan.

“Iya mbak..hehehe… Udah enak, dapet uang lagi, oh ya, mbak pakai seperti yang diminta gak?” tanya Cath yang terlihat sedikit tidak tenang saat duduk.

“Iya nih Cath…, ngeganjel gak?” tanya Karin.

“Banget mbak, abis aku jarang yang disana, hihihi…” kata Cath sambil berdiri dan melangkah kearah kokpit.

“Mau kemana Cath?” tanya Karin kepada rekannya.

“Kedepan mbak, pilot dan copilotnya ganteng lo, siapa tau bisa main sama mereka juga entar,” kata Cath genit sambil melangkah. Pantatnya bergoyang pelan menuju kearah kokpit. Sementara itu Karin melihat keluar jendela, menunggu tanda-tanda penumpang yang memesan dirinya.

“Eh, gimana kabar Putri ya? Apa Mas Rangga sudah nolong dia? Tapi tadi pas masukin kuncinya.. Putri kan…, gimana kalau dia marah nanti ya?” gumam Karin sambil membayangkan keadaan Putri yang telanjang dan terikat dengan borgol. Ketika dia membayangkan kalau Rangga memperkosa Putri yang dalam keadaan terborgol, vaginanya meremang dibawah sana.

“Eh, Cath kok lama ya?” gumam Karin sambil melirik kearah kokpit. Terlihat disana Cath sedang asyik berbincang sambil melihat sesuatu di handphonenya.

“Kayaknya seru,” kata Karin sambil melangkah kearah kokpit.

“Pada lihat apasih?” tanya karin didekat mereka.

“Ssstttt…. Sini kenalan dulu mbak, ” kata Cath sambil menunjuk pilot dan copilot.

“Reda…,”

“Karin…,”

“Eno…,”

“Karin…,”

Dua kali Karin menyalami kedua pria berusia 30an itu. Keduanya memiliki wajah yang tampan.

“Tadi sibuk ngapain sih?” tanya Karin ketika tadimereka terlihat sibuk melihat sesuatu di tab si pilot, Reda.

“Eh, tadi liat…liat…,” kata si pilot terbata-bata, dengan senyum bingung dia melihat kearah Cath.

“Wah, gak usah malu sama Mbak Karin, ini loh mbak, dari tadi lagi asyik baca-baca cerita panas di www.18tahun.tk, ” kata Cath sambil memperlihatkan sebuah halaman website yang berisi berbagai macam cerita panas dari berbbagai genre.

“Wah, seru tuh kayaknya, eh, siapa itu Badabik dan MekatukLover?” tanya Karin sambil menunjuk kearah dua buah user name yang sering komen di salah satu trit yang ada di forum itu.

“Eh, itu nick kami di sana mbak,” kata Reda sambil tersipu.

Aduuuhhhhh… imut banget sih wajahnya… Jadi pengen liat, kalau lagi horny wajah imutnya itu jadi seperti apa ya?

Pikir Karin sambil memperhatikan pilot dan copilot yang masih berusia muda itu.

“Eh, boss datang…!” seru Reda sambil menunjuk keluar. Terlihat dari jendela dua orang lelaki berjalan kearah pesawat pribadi itu. Dengan segera Cath dan Karin menuju ke posnya masing-masing.

“Malam cantik, sudah siap untuk berangkat?” tanya salah seorang dari dua lelaki yang naik kedalam pesawat.

“Tentu pak,” kata Karin dan Cath dengan ramah.

“Wah, ayo kita siap-siap…,” kata lelaki itu dan rekannya sambil duduk disalah satu sofa yang ada didalam pesawat.

Setelah proses take on selesai, terlihat Cath dan Karin duduk disofa diatas pangkuan dua lelaki yang baru datang. Keduanya sama-sama masih mengenakan pakaian pramugari yang seksi.

“Wah,,, siapa ini Cath? Tumben sama kamu?” tanya lelaki yang lebih muda sambil memperhatikan Karin yang sedang duduk diatas lelaki yang lebih tua.

“Ihhhh… Mas jahat! Sudah sama aku, masih aja liat yang lain, emang ini belum cukup mas???” Goda Cath sambil membuka kancing seragam yang dipakainya sehingga payudaranya yang tertutupi bra warna hitam terlihat jelas menonjol keatas, seolah branya tidak cukup untuk menampung benda putih dan bulat itu.

“Rumput tetangga pasti kelihatan lebih enak sayang…,” kata lelaki yang lebih muda sambil hidungnya menelusup ke lembah yang membentang di antara dua buah bukit yang begitu padat itu.

“Rumput yang mana mas? Aku gak punya rumput tuh…,” goda Cath sambil berdiri untuk duduk mengangkang diantara paha lelaki yang lebih muda.

“Yang sana punya rumput gak Om Roy?” tanya lelaki yang lebih muda kepada lelaki yang lebh tua, Roy.

“Cantik, kau punya rumput dibawah sana?” tanya Roy kepada Karin yang sekarang mengangkang diatas pahanya. Roknya yang pendek tersibak keatas sehingga terlihat pahanya yang dibalut stocking transparan serta dihiasi garter belt warna hitam.

Sambil sedikit menunduk, Karin berbisik ketelinga Roy.

“Kenapa tidak om cek sendiri saja?”

Sambil tersenyum tangan Roy turun kebawah, kearah lapisan kain terakhir yang membalut vagina sempit sigadis. Tangan itu kemudian meraba-raba mencari rumput-rumput yang ada dibawah sana.

“Wah, yang ini gak ada rumputnya…, yang ada cuma parit sempit yang berair dan batu kecil yang keras,hahaha ” tawa Roy merasakan liang yang sudah basah dibawah sana, yang semakin basah ketika jarinya dengan nakal mengusap-usap klitoris Karin yang sudah membesar.

“Sayang… Bisa ambilin air putih dulu?” tanya lelaki yang lebih muda sambil merogoh sesuatu dari dalam sakunya.

“Wah…, bisa ampe lemes neh mas…!” kata Cath ketika melihat benda di tangan lelaki yang lebih muda.

“Aku dan Om Roy dah minum tadi, kamu sama Karin minum juga, biar sama-sama kuat dan enak nanti, kalau yang didepan mau kasih juga mereka” bisik lelaki itu sambil memberikan 4 butir pil berwarna biru kepada Cath.

“Uhhhhh….. Curang… Masa banyakan cowoknya sih?” rengek Cath sambil menggesekkan belahan payudaranya kehidung lelaki yang lebih muda.

“Kan itu kesukaanmu sayang…,” balas lelaki yang lebih muda sambil mendorong tubuh Cath dari selangkangannya.

Sambil berlenggok dengan seksinya, Cath bangkit dan menarik tangan Karin yang sedang terbuai oleh elusan tangan Om Roy yang sudah berpengalaman.

“Iiihhhhh…. Dikit lagi dapet Cath…,” kata Karin dengan wajah yang memerah.

“Kalau dielus dikit dapet, dicium dikit dapet, bisa gag tahan sama mereka berempat ntar lo…, makanya dikasi ini..,” bisik Cath sambil memunggungi Om Roy dan memperlihatkan pil ditangannya.

“Berempat? Siapa lagi? Dan pil apa itu?” tanya Karin bertubi-tubi.

“Ikut aku dulu deh mbak, nanti tak jelasin…,” kata Cath sambil menarik tangan Karin kebelakang pesawat.

“Para penumpang, harap bersabar yachh…!” Kata Cath sambil berbalik dan menaikkan roknya sehingga pantatnya terekspos sebagian.

“Ini buat nanti saja, siap-siap saja dulu ya…” kata Cath memancing birahi pejantan yang sudah terlihat tidak sabar ingin menerkam mangsanya.

“Ini buat mbak, satu aja efeknya gila banget mbak…, bisa tahan buat 3 jam! Entah darimana mereka dapet tuh obat,” kata Cath sambil memberikan sebuah pil berwarna biru kepada Karin. Dia sendiri langsung meminum satu buah pil.

Plukkkk…

“Eh jatuh, kemana tuh pil ya?” kata Cath sambil pandangan matanya mencari-cari dilantai. Sementara itu Karin juga sudah meminum satu pil itu.

“Ketemu Cath?” tanya Karin.

“Wah, gak mbak, nanti minta aja lagi,” kata Cath sambil berdiri dan merapikan pakaiannya.

“Ayo mbak, it’s showtime,” kata Cath sambil menepuk pantat Karin yang terlihat memandang kearah lantai dibelakang Cath sambil tersenyum simpul.

~ ~ ~ * * * ~ ~ ~
Klik…

Borgol kedua terbuka dan dengan terburu-buru Putri berdiri dan berlari kekamar mandi dengan selimut menutupi bagian depan tubuhnya.

Dibelakangnya Rangga hanya bisa ternganga melihat tubuh bagian belakang Putri yang tidak tertutup ketika si empunya berlari didepannya. Pantat yang bergoyang dengan gemulainya itu …

Sebuah pikiran lain melintas di kepala Rangga.

Darimana Karin dapat borgol-borgol itu dan buat apa???

Sementara Rangga bingung dengan pikirannya sendiri, terdengar pintu kamar mandi dibuka dan berdiri disana Putri dengan badan yang terbungkus selimut.

Mereka berdua saling pandang dan suasana menjadi kaku diantara mereka. Terlihat wajah Putri mash bersemu merah mengingat apa yang dilakukan Rangga saat mengambil kunci dibagian pribadinya.

“Eh…, Terimakasih ya mas…, ” kata Putri memecah kekakuan diantara mereka.

“Eh, sama-sama kok Tri, emang siapa yang punya itu?” tanya Rangga sambil menunjuk kearah borgol-borgol yang terbuka.

“Eh…, itu punya Karin mas, dia…eh dia suka… gitu… sama.. Aduuuhhhh! Bingung jelasinnya deh mas…,” jawab Putri dengan muka yang memerah, lagi.

“Ouwwhhhh…, ya sudah,,, Ini kuncinya ya,” kata Rangga sambil memberikan kunci yang masih terasa basah itu ke tangan Putri yang menyambutnya dengan wajah seperti kepiting rebus.

“Mas balik dulu ya,” kata Rangga sambil menuju ke pintu. Dengan langkah pelan sepelan pikirannya yang masih terus terbayang bagian belakang tubuh Putri itu, Rangga membuka pintu kamarnya yang tepat disebelah kamar Putri. Rangga tau kalau Karin sering membawa laki-laki kedalam kosan, namun Putri, ehhmmmm….

“Ahhh… Sudahlah….,” gumam Rangga sambil menutup pintunya dan wajahnyapun berubah serius.

Tangannya meraih handphonenya dan menghubungi salah satu dari sedikit nomer telepon yang ada disana.

“Halo…, bagaimana disana mas?” tanya Rangga ketika suara laki-laki menyapanya diujung sana.

“Mereka sudah selesai disini, seperti perkiraanmu, Sachi lebih dulu meninggalkan restaurant, sedangkan Roy bercinta dengan istrinya direstaurant” jawab lelaki disebelah sana.

“Bagaimana dengan sang pengawal? Apakah ada disana saat mereka berhubungan atau diluar pintu?” tanya Rangga memastikan.

“Dia menjaga di pintu, pintu yang tidak terkunci, bagaimana dengan dua kupu-kupumu, apa mereka berhasil?” tanya lelaki disebelah sana.

“Tentu saja, sekarang tinggal membuat Sachi bertekuk lutut kepada mereka, dia salah satu pion penting dalam rencana kita,” jelas Rangga sambil tangannya mengambil laptop yang ada didalam lemari.

“Hmmmm…, terus bagaimana sekarang Ndri?”

“Aku mau mencari detail tentang MSC TV dan News, apakah mereka merupakan komplotannya atau tidak,” sahut Rangga, atau mungkin akan lebih kita kenal sebagai Andri.

“Ndri, kalau kita terus, kita perlu menggali dua kuburan, satu untuk mereka dan satu untuk kita, apa kau sudah siap?”

Bibir Andri tersenyum tipis mendengar perkataan rekannya, matanya sekarang melihat laptopnya yang menunjukkan keadaan kamar yang terlihat feminim.

“Semuanya sudah aku pikirkan Mas Galang, tenang saja, bagaimana dengan teman mas?” tanya Rangga.

“Sekarang aku akan melihat kondisi mereka, kalau begitu, jaga dirimu Ndrii…, bye…” kata Galang sambil menutup telepon.

Sambil meletakkan handphonenya Andri menatap kelayar laptop didepannya, yang sekarang, terlihat cursornya bergerak sendiri.

Cursor itu sekarang membuka sebuah browser dan login kedalam alamat email [emailprotected]
/* */.

From : [emailprotected]
/* */
Subject : Live Show
Message :

Halo cantik,

Lama tidak ada kabar?
Yang dibawah baik-baik saja? Masih menjepitkah? hahaha
Apa kamu rindu dengan punyaku sayang?

Masih terasa jepitanmu di punyaku….

Ehhmmmm….
Sekarang…
Sudah lama aku tidak melihatmu sayang…

Bagaimana kalau kau memuaskan dirimu dan menunjukkannya padaku sayang?

Tapi kalau tidak bisa juga tidak apa, rasanya anakmu bisa membuatkanku yang lebih baik…

Salam sayang,

Boss

Andri mengaktifkan kembali webcam yang ada di laptop yang diretasnya. Dan wajah marah serta kusut dari seorang penyiar wanita terlihat disana. Wajah Cantal Della Concetta!

Wajah yang biasanya tersenyum saat membawakan berita itu sekarang terlihat murung dan bingung, mungkin karena membaca email untuk dirinya itu.

“Apa yang harus kulakukan sekarang?” kata Cantal sambil menutup mukanya dengan tangan. Terlihat dia baru saja datang dari kantor, terlihat dari blouse putih dan rok hitam yang digunakannya.

Andri bisa melihat kalau Cantal tertekan karena email yang baru diterimanya.

Kembali diaktifkannya layar webcam dari laptop Cantal, terlihat Cantal sedang mengetik balasan dari emailnya.

To : [emailprotected]

Subject : Re:Live Show
Message :

Halo Mas,

Tunggu bentar yah mas, masih cukuran nih…

Biar bagus kelihatan entar…, tapi mas suka yang bersih ato yang lebat si? Hihihihi

Abis cukuran mau mandi dulu biar seger ya mas…

Muaachhhhh

Salam basah.

Cantal…

Dari webcam terlihat wajah Cantal yang tidak bersemangat ketika mengetik balasan email itu, mulut yang biasanya menebar senyum saat membacakan berita itu terlihat digigit dengan giginya yang putih.

“Huffftttt…”

Suara Cantal yang menghembuskan nafas panjang terdengar, ketika tangannya menekan tombol send.

Sambil tersenyum yang terlihat terpaksa, Cantal bangkit dari duduknya dan perlahan berdiri didepan laptop. Jarinya yang lentik kemudian mulai membuka kancing kemejanya satu persatu hingga nampaklah gumpalan putih yang terasa sesak dibungkus bra berwarna merah yang dihiasi renda berwarna hitam.

Tangan Cantal yang terlihat terawat dengan baik itu sekarang turun kebawah dan membuka resleting rok hitam ketat yang membalut asetnya yang dibawah sehingga sekarang pantatnya yang montok itu terlihat dengan jelas dibalut oleh celana dalam yang senada dengan bra yang dikenakannya.

Andri hanya bisa menahan nafas melihat tubuh sintal yang dulu hanya bisa dibayangkannya dari balik blouse yang digunakannya saat membawakan berita, walaupun Cantal sempat berfoto seksi dengan beberapa majalah. Namun apa yang dilihatnya sekarang membuat penisnya menggeliat dibawah sana.

Buka…Buka… Buka…

Namun sayangnya tidak seperti yang ada dipikiran Andri, Cantal berbalik menuju ke kamar mandi sehingga Andri tidak bisa melihat tubuhnya yang polos.

“Masih ada nanti, saatnya melihat apa yang berhasil diintip oleh kupu-kupuku,” gumam Andri sambil memasang alat yang diberikan Sisca di mall ke laptopnya.

Dilayar muncul data-data yang ada di handphone Sachi yang berhasil didapatkan oleh Sisca dan Nia. Terlihat catatan pesan dan log panggilan dari Sachi. Dan ketika Andri memeriksa email yang digunakan Sachi, senyum lebar terlihat diwajah Andri.

Code:

Seperti dugaanku, hanya perlu untuk mengetahui siapa saja yang sudah jadi korban mereka, dan, mencari tahu siapa saja yang menjadi ‘boss’.

Sekarang, tinggal mengambil data yang ada di laptop atau komputer Sachi. Dan sebuah ide muncul dikepala Andri ketika melihat log browsing dari Sachi.

Andri mengirimkan sebuah email ke alamat email Sachi, email yang berisi malware untuk mendownload sebuah program yang nantinya akan digunakan untuk meretas laptop atau komputer yang digunakan Sachi.

Originally Posted by kimpro

To : [emailprotected]

Subject : Mahasiswi BU
Message :
Name : Miss Angel
Age : 20
Tinggi : 162 cm
Body : sekel
Bra : 36

Rules
: NO ANAL , No CAPS
: Perlakukan To selayaknya pacar sendiri
: Dilarang ambil pic tanpa persetujuan TO
: DC TO full di berikan di lokasi eksekusi, sebelum eksekusi

For pic :

Klik for Video

Sekarang tinggal menunggu Sachi memakan umpan yang sudah dilemparkan…

Pikir Andri sambil mengawasi salah satu windows yang menampilkan ruangan yang sebelumnya ditempati Cantal. Sambil tersenyum dia melihat yang mana lebih dulu, kemunculan Cantal ataukah Sachi memakan umpan yang diberikan kepadanya.

Tidak perlu menunggu lama ketika sebuah email pemberitahuan terlihat di layar laptop Andri, Sachi memakan umpan yang diberikan kepadanya!

Dengan wajah serius Andri mengamati layar laptopnya yang sekarang berisi dua layar yang berdampingan. Layar sebelah kiri berisi gambar kamar dari Cantal, sedangkan yang kanan masih hitam. Senyum Andri terlihat ketika gambar yang kanan mulai berubah dari hitam menjadi bagian dalam dari sebuah mobil!

Rupanya dia masih dijalan, berarti kemungkinan dia masih menuju kerumah atau ke apartemennya. Tapi, buat apa dia minta Cantal? atau jangan-jangan..??? Kalau benar, dasar maniak!

Pikir Andri sambil melihat file-file yang ada di di laptop Sachi. Satu folder yang hidden menarik perhatiannya.

ULRICH FILE

ulrich? Dimana aku pernah mendengar nama ini? Pikir Andri sambil melihat isi dari folder itu:

FotoVideoDocument

Dan isi dari masing-masing folder itu akan cukup membuat gempar satu negara sekalipun!

“Luar biasa! Pantas saja dominasi mereka sulit dikalahkan, pantas saja mereka sulit terlacak,” gumam Andri sambil melihat list-list yang ada di folder-folder itu lagi. Dicarinya nama Cantal dan ketika ditemukannya folder yang dicarinya, dengan cepat dicopinya file-file yang ada difolder itu ke dalam computernya.

Dengan ini, Cantal bisa kubujuk untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi atau kalau bisa kubujuk untuk membantuku. Pikir Andri sambil hendak menutup folder yang dibukanya ketika matanya melihat nama Herman diantara folder-folder itu.

Jangan-jangan…

Pikir Andri sambil membuka folder yang bertuliskan nama Herman itu dan sejenak dia tertegun ketika melihatnya. Amarah memenuhi dadanya ketika dia melihat apa yang ada difolder itu. Dengan menarik nafas dicopynya isi folder itu itu kedalam laptopnya, dan menjadikannya satu arsip.

Setelah berpikir sejenak diambilnya kabel data dan menghubungkan laptop dengan handphone nya lalu mengcopy file arsip yang baru dibuatnya kedalam hanphonenya.

Mau tidak mau, lama-lama dia bakal tau juga….

Pikir Andri sambil mengirimkan file arsip itu ke Galang. Diisinya pesan dalam file yang dikirimnya itu.

“Semoga saja dia tidak meledak,” gumam Andri sambil menekan tombol send.

Author: 

Related Posts