Cerita Sex My HEROINE [by Arczre] – Part 36

Cerita Sex My HEROINE [by Arczre] – Part 36by adminon.Cerita Sex My HEROINE [by Arczre] – Part 36My HEROINE [by Arczre] – Part 36 BAB XVI: The Man Behind The Shadow #PoV Narator# Virus R-09-PX-9. Atau dikenal sebagai flu kelelawar pertama kali melanda Ethopia. Flu ini cukup unik, orang yang menderitanya hanya akan demam pada malam hari. Suhu tubuhnya meningkat disertai panas yang tinggi. Namun ia akan sembuh pada siang hari. Tidak […]

tumblr_nvysa3lsyp1tp7wv0o9_500 tumblr_nvysa3lsyp1tp7wv0o10_500 tumblr_nvzb6lfS0O1qa67nco1_500My HEROINE [by Arczre] – Part 36

BAB XVI: The Man Behind The Shadow

#PoV Narator#

Virus R-09-PX-9. Atau dikenal sebagai flu kelelawar pertama kali melanda Ethopia. Flu ini cukup unik, orang yang menderitanya hanya akan demam pada malam hari. Suhu tubuhnya meningkat disertai panas yang tinggi. Namun ia akan sembuh pada siang hari. Tidak hanya demam, tapi juga disertai dengan muntah dan berak yang tak henti-hentinya. Terus menerus seperti ini, dan pada hari ke sembilan virus ini tiba-tiba membuat jantung penderitanya berhenti begitu saja.

Flu kelelawar tidak hanya menjadi pembunuh nomor satu di Ethopia tapi juga ancaman di dunia, menyamai anthrax. Tapi karena tidak populer di negara Eropa kabar mengenai flu ini pun tenggelam dengan sendirinya. Tak begitu lama, setahun kemudian muncul sebuah wabah lagi. Ini disebut sebagai wabah rabies terbesar yang pernah ada di muka bumi.

Orang-orang yang telah mati hidup kembali seperti manusia pada umumnya, bukan sebagai zombi. Benar-benar hidup sebagai manusia pada umumnya, hal itu terjadi setelah mereka selama satu minggu penuh mengalami kegilaan meraung-raung seperti serigala lalu mati pada hari ketujuh. Pada hari ke delapan mereka bangkit dari kubur. Hidup dan berbaur dengan manusia pada umumnya meninggalkan sedikit demi sedikit benih-benih virus mereka setelah itu pada hari ke sepuluh mereka semua mati secara mendadak. Tak ada yang menyangka bahwa sebenarnya ini adalah ulah virus R-09-PX-9 yang termutasi. Orang-orang menyebutnya virus vampire. Karena mereka bisa tenang setelah kenyang dengan darah.

Dua tahun setelahnya sesuatu yang mengejutkan terjadi ketika sebuah wabah menyerang Afrika Tengah. Satu desa mati tanpa diketahui penyebabnya. Dan terus merambat dari satu desa ke desa yang lainnya, tanpa henti. Pemerintah kebingungan menghadapinya dan menganggap hal ini adalah kutukan dewa. Namun yang terjadi sebenarnya adalah mereka diserang oleh mutasi yang lain dari virus R-09-PX-9. Virusnya lebih beda lagi. Mereka semua mengalami kematian setelah saling menjabat tangan, bersalaman, saling menyentuh kemudian sentuhan itu terhirup oleh hidup ataupun terkena air liur mereka. Dan masing-masing desa yang menjadi korban itu sama-sama melakukan pesta ketika malam hari. Dan dalam satu malam itulah mereka semua mati.

Ini belum berakhir. Flu kelelawar terus berkembang, merambat dari satu daerah ke daerah lainnya dengan berbagai macam bentuk dan dengan berbagai macam obat. Dan yang terakhir flu ini lebih mengerikan lagi. Seseorang yang terjangkit flu ini akan mengalami rasa sakit seperti terbakar ketika siang hari. Takut terhadap cahaya matahari. Pusing, mual, pilek, alergi terhadap sesuatu yang bernama ultra violet. Malam harinya mereka mengalami rasa menggigil yang amat sangat, siangnya mengalami rasa panas yang amat sangat. Sistem imune berkurang sehingga banyak penyakit lain yang masuk. Sistem pencernaan dan syaraf rusak. Akibatnya penderita mengalami diare dan halusinasi parah. Umumnya sang penderita tak akan selamat dalam waktu sembilan hari. Hal itu ditandai dengan adanya bercak berwarna putih pada kulit yang meluas ketika terkena sinar matahari. Dan virus ini pun mulai menjalar ke Eropa dibawa oleh salah seorang dokter.

Tak ada yang pernah tahu, bahwa semua wabah itu obatnya ada di negara ini. Ya, siapa lagi otak yang mendalangi semua ini kalau bukan Putra Nagarawan. Satu per satu pionnya telah sampai di garis musuh tanpa sekalipu terdeteksi.

Sejak ia menjadi presiden beberapa tahun lalu, dia telah membeli perusahaan industri teknologi TREC. Dia jugalah yang mengembangkanilmuwan untuk menciptakan robot-robot canggih. Dan dia tertarik kepada Super Human Soldier Gnome-X. Setelah dia gagal membunuh Riska anak dari Menteri Pertahanan kala ia berkuasa dulu, dan gagal mendapatkan Gnome-X, ia frustasi melacak keberadaannya.

Apalagi keadaannya yang bukan menjadi kepala negara lagi membuatnya makin susah untuk mengakses hal-hal yang dulu ia mengakses. Kasusnya pun tenggelam seiring jauhnya masa periode dia. Juga tentang Arci, tak ada yang ia ketahui lagi. Namun hal itu tidak berhenti di situ saja ternyata. Ia masih berusaha untuk mencari keberadaan Gnome-X. Kenapa ia sangat ingin mengetahuinya, semuanya karena ia ingin mendapatkan dan memakai Gnome Soldier itu. Hal itu tak lain karena dia adalah seorang elemental besi, sedangkan Gnome-X bukan terbuat dari elemental logam biasa, merupakan besi organik yang disebut Adamantium.

Lama dia melacak keberadaan Arci, hingga akhirnya dia pun menemukan mereka lagi. Tapi sayangnya ia sudah tak tertarik lagi dengan keberadaan Arci. Dia hanya ingin memastikan bahwa Gnome-X tidak dalam kepemilikan Arci. Maka dibuatlah skenario untuk memancing Gnome-X keluar. Apa skenarionya?

Telah lama Putra Nagarawan tertarik dengan Yuda. Sebab ia yakin kandidat terkuat untuk menjadi Gnome Soldier adalah anak ini. Sejak dia mengetahui bahwa Arci terluka parah akibat pertarungannya melawan Isna sang Serigala gurun, maka sudah pasti dia tidak akan menggunakannya apalagi kode DNA terakhir adalah milik Riska bukan dirinya. Artinya Yuda adalah satu-satunya kandidat terkuat.

Tanpa sepengetahuan Yuda, Putra Nagarawan selalu mengawasinya. Mengawasi seluruh kehidupannya. Siapa orang terdekatnya, siapa pula kekasihnya. Ketika diketahui bahwa kekasihnya adalah Black Knight, ia pun punya rencana besar. Rencana yang membuat dia akan menjadi satu-satunya orang yang paling berkuasa.

Dia bekerja sama dengan Astarot, menggerakkan para robot seolah-olah sedang dihack. Black Knight pun muncul. Hingga akhirnya ia pun terus dan terus mengirimkan robot-robot dengan target Jung Han Jeong. Bahkan memasukkan virus ke dalam sistem operasi Jung Han Jeong dengan melalui sebuah microbot yang ditembakkan ke punggung Black Knight.

Mungkin sedikit di luar prediksi bahwa ada agen rahasia CCC yang juga menginginkannya. Tapi rencana terus berjalan. Akhirnya puncaknya adalah dia mengeluarkan robot CUMI-08 yang bergerak menyerang pelabuhan. Bersamaan dengan itu muncullah para superhero. Ini juga diluar perkiraan, tapi hal itu justru menjadikan rencananya makin cepat terlaksana. Karena yakin tak akan ada yang sanggup untuk mengalahkan robot bertentakel itu kecuali Gnome-X.

Dialah yang menggerakkan Black Knight secara tiba-tiba. Karena sebagian besar Nanobot terbuat dari logam besi. Sehingga Putra Nagarawan bisa mengendalikan Black Knight dari jauh. Datanglah sang kekasih kepadanya. Tentu saja Putra Nagarawan sangat senang melihat Gnome Soldier. Terlebih setelah itu benar-benar tahu kekuatan dari Gnome Soldier. Harapannya selama ini pun menjadi kenyataan.

Dia juga mengetahui ketika robot CUMI-08 meledak Gnome-X jatuh ke laut dan ditolong oleh Azkiya. Dengan melalui satelit pengintai dia melihat seluruh pertarungan itu hingga saat-saat Gnome-X jatuh ke laut. Awalnya dia senang mengetahui kondisi Yuda yang amnesia. Di saat Azkiya tidak ada di kamarnya, Putra Nagarawan ingin melepaskan gelang Gnome-X itu, tapi sulit. Entah kenapa. Akhirnya ia urungkan niat itu dan ingin membuat sebuah plot lagi. Apalagi yang dia inginkan?

Para superhero harus dianggap kriminal. Itulah yang ia lakukan. Dengan kampanyenya ia menyalahkan para superhero atas apa yang terjadi barusan. Rencananya untuk menangkap para superhero ternyata telah ia rencanakan sejak ia jadi presiden dulu. Dia menyebutnya Penjara Besi. Penjara yang sudah ia persiapkan untuk mengurung para penjahat yang punya kemampuan khusus. Ia tahu ada orang berkemampuan khusus karena ia sendiri bisa mengendalikan besi. Dan penjara itu, dia sendiri yang membuatnya dengan kemampuannya menggerakkan elemen besi. Berdirilah sebuah penjara di daerah Nusa Kambangan yang disebut Penjara Besi.

Putra Nagarawan pun menunggu, hanya menunggu saat yang tepat untuk membuat Gnome-X membuat kekacauan. Kehidupan Yuda diteropong olehnya hingga anak muda ini pun menghancurkan The Continental. Putra Nagarawan tak mengira Gnome-X secepat ini keluarnya. Akhirnya dia pun turun tangan. Dia memberitahukan kepada The Continental keberadaan Azkiya dan Yuda secara tak langsung dibantu oleh sang ahli teknologi Astarot. The Continental sendiri kebingungan siapa yang mengirim pesan itu?

Akhirnya kejar-kejaran antara Azkiya, Yuda dan The Continental dimulai. Dan plotnya sungguh manis. Putra Nagarawan selalu mengawasi mereka bahkan pertemuan antara Yuda dan kekasihnya di Taman Cendana pun bisa terendus. Plot yang sempurna.

“Bagaimana sekarang?” tanya Astarot.

“Kamu masih punya chip yang dulu membuat orang jadi gila?” tanya Putra Nagarawan.

“Berserk chip?”

“Iya.”

“Ah, ada. Kamu mau menggunakannya?”

“Aku ada skenario untuk mereka. Selama ini penghalang kita adalah Black Knight dan Gnome-X. Teknologi mereka adalah kelemahan kita, tapi bagaimana kalau kita adu mereka? Toh Black Knight sudah tidak ada lagi. Tinggal kita adu Gnome-X melawan Zero.”

“Ide bagus.”

“Setelah persoalan ini selesai, dunia makin melihat bahwa superhero itu adalah penjahat. Sedikit lagi kita akan mendapatkan semuanya. Astarot, keluarkan Titan. Mereka biar aku tangani.”

“Ini yang aku suka.”

Putra Nagarawan berjalan dengan tenang di Taman Cendana, sementara Astarot pergi meninggalkan dia. Putra Nagarawan melihat pertarungan Azkiya melawan Han Jeong. Mantelnya berkibar-kibar terkena angin kencang. Sebentar lagi hujan, pikirnya.

Putra Nagarawan melihat liontin yang ia kenakan. Ia pun membukanya, ada dua buah foto. Satu fotonya dan satu lagi foto seorang wanita yang sangat cantik. Dia pun mencium foto itu.

“Mama, sebentar lagi cita-cita Putra akan tercapai,” katanya.

Putra Nagarawan melihat Han Jeong menusuk Azkiya. Ia pun buru-buru memasukkan liontinnya. Dengan tenang ia berjalan mendekati pertarungan itu. Dilihatnya Hana yang terkejut melihat Han Jeong menusukkan karambitnya lalu ambruk. Yuda kemudian mencekik Han Jeong, entah mereka bicara apa Putra Nagarawan tak mendengarnya. Kemudian dilihatnya Yuda mencium Han Jeong. Sepertinya Yuda sudah kembali ingatannya. Putra Nagarawan menghentikan langkahnya.

Hana menoleh ke arah lain. Ia terbelalak melihat sang Presiden sudah ada di tempat itu. Ia pun bertanya-tanya kenapa? Kenapa Presiden, orang nomor satu di negara ini bisa ada di sini?? Hana mulai takut. Tiba-tiba ada hawa ketakutan di dalam dirinya yang tak biasa.

Azkiya berbaring di atas tanah. Yuda mulai bicara kepada Han Jeong.

“Han Jeong, maafkan aku. Aku…aku tak ingat kamu. Maafkan aku,” kata Yuda.

Han Jeong memeluk Yuda lagi.

“Yuda, tidak apa-apa, aku tahu perasaanmu sekarang bingung, bukan? Aku maafkan kamu. Kita harus menyelamatkan Brooke dulu, dia sangat mencintaimu Yud.”

“Han Jeong….aku……,” Tangan Han Jeong diletakkan di bibir Yuda.

“Sudah, aku memaafkanmu. Yang penting kita bisa bersama lagi,” kata Han Jeong. “Brooke! Ayo kita bawa ke rumah sakit.”

Yuda dan Han Jeong menghampiri Azkiya.

“Azkiyaa!……Azkiya! Sadarlah! Kamu harus selamat, bangunlah!” seru Yuda.

“Brooke, bangun! Kita akan membawamu ke rumah sakit, kamu harus tertolong! Kamu ingin Yuda kan? AKu akan berikan Yuda ke kamu, tapi kamu harus hidup! Brooke! Jangan pergi!” seru Han Jeong.

Terlalu melankolis, pikir Putra Nagarawan. Putra mengeluarkan tangan kanannya. Di telapak tangannya ada sebuah benda kecil berbentuk pipih segitiga. Di permukaannya ada kaki-kaki yang di tengahnya ada sebuah jarum kecil dan panjang. Ini adalah Berserk Chip. Chip yang akan membuat orang menjadi gila, psikopat, sinting, sebut saja namanya.

Putra Nagarawan melemparkan chip itu ke arah Yuda. Hujan yang turun dengan deras ini merupakan pemandangan indah baginya, saat chip itu melayang cepat ke kepala Yuda, tepat mengenai keningnya. Yuda seketika itu juga diam. Matanya melotot.

“Han Jeong! Yuda! Awaaaass!” teriak Hana.

Putra kemudian mengendalikan elemen besi yang ada di taman ini. Mereka adalah Jork, Weizl, Blark, Gan. Dia memanggil nama mereka semua. Tak berapa lama kemudian besi-besi yang ada di taman itu yang berasal dari lampu dan pagar melayang diudara. Mereka saling memilin dan membentuk tiga buah tombak panjang dan besar. Tangan Putra Nagarawan mengeluarkan cahaya berwarna ungu, dia seperti membentuk-bentuk sesuatu. Tombak itu pun makin panjang dan panjang. Ujungnya runcing. Dan berada di atas Han Jeong tanpa sepengetahuannya. Dengan satu gerakan tangan ke bawah.

JLEB!
JLEB!
JLEB!

Tiga tombak besar menembus tubuh Azkiya.

“AAAAARRGHHHHHH!” Yuda menjerit keras. Matanya memerah. Dia memegangi kepalanya dan berguling-guling di tanah.

“Yudaaaa!” Han Jeong menjerit langsung memegangi Yuda.

Putra Nagarawan mengangkat tubuh Azkiya ke atas lalu melemparnya beberapa meter menjauh. Han Jeong langsung melihat Putra Nagarawan.

“Pak Presiden?” gumam Han Jeong.

Putra Nagarawan lalu melemparkan tiga tombak tadi ke arah Hana.

“Hanaaaa!” seru Han Jeong.

“KYaaaaaaa!” Hana menjerit. Tapi sesuai dugaannya, Zero datang menjadi penyelamat dan menghalau tiga tombak tadi hingga terpental.

“Apa yang terjadi?” tanya Ryu.

“Azkiya, dibunuh orang itu!” jawab Hana.

“Itu? Presiden? Kenapa dia ada di sini?” tanya Ryu.

“Dia tadi entah bagaimana menancapkan sesuatu di kepala Yuda,” kata Hana.

Putra Nagarawan dengan santai meninggalkan tempat itu. Misinya berakhir. Dia meninggalkan tempat itu. Ryu ingin mengejarnya tapi dia melihat sesuatu yang lain. Yuda berdiri dengan berteriak keras. Han Jeong pun kemudian diserangnya, Han Jeong berhasil menghindar.

“Han….Jeeoonngg…..tooo…looongg….aa…kkuuu u..!” bisik Yuda.

“Apa yang terjadi dengan Yuda?” tanya Ryu.

“Entahlah,” jawab Han Jeong.

Yuda menyilangkan kedua lengannya.

“GNOME CHANGE!”

Kilatan cahaya putih menyelimuti Yuda dan dia pun berubah menjadi Gnome-X. Dia langsung melesat dengan cepat ke arah Ryu dengan Armor Zeronya. Zero langsung dicekik dan diajak Gnome-X terbang ke udara dengan cepat. Kemudian Gnome-X membanting Zero ke tanah dengan keras hingga suaranya bedebum dan menyisakan kehancuran di Taman Cendana.

“GROOOOAAAAAAAGGHHHH!” Yuda mengaum. Ia sekarang seperti macan yang lepas kendali.

Sementara itu Ai yang menjadi Artificial Intelegence di dalam Gnome-X protes. “Yuda, sepertinya ada sesuatu di dalam tubuhmu yang membuatmu kehilangan kendali. Aku merasa chip ini telah mengendalikan fungsi otakmu. Aku bisa membantumu untuk sembuh, aku akan mencoba untuk mendisfungsikannya.”

“FACE OFF!”

“No No, tidak Yuda, jangan lakukan itu!” kata Ai. “Oh, we are doomed!”

Sementara itu bumi bergetar. Air laut menyusut dengan cepat, orang-orang yang berada di Kepulauan Seribu merasa ada yang aneh.

“Tsunami! Tsunami!” mereka semua berteriak seperti itu. Dari arah utara jauh terlihat sebuah gulungan ombak besar setinggi 20 meter bergerak. Jauh dari utara sesuatu yang besar bangkit dari bawah laut. Sesuatu yang terbungkus oleh air, dengan mata menyala berwarna putih. Dari sudut yang lain juga, dari arah barat tepatnya dari Gunung Krakatau. Muncullah sesuatu yang sangat besar. Bergerak dari dalam kawah Gunung Krakatau yang ada di bawah laut.

Monster Raksasa bangkit dari dalam laut. Monster yang seluruh tubuhnya diselimuti oleh kawah. Dari dalam tanah di kota Jakarta pun muncul retakan-retakan. Sebuah gedung yang tinggi di kawasan Kepala Gading tiba-tiba saja runtuh. Gempa bumi dengan getaran 7 skala ritcher mengguncang Jakarta. Dari bawah gedung itu muncullah sebuah tangan besar. Tangan yang terbuat dari batu, dan tak berapa lama kemudian keluarlah raksasa batu.

“GRROOOOAAAAARRR!” raksasa itu berteriak.

Awan tiba-tiba bergulung-gulung di atas langit Senayan. Petir menyambar-nyambar. Tampaklah awan memunculkan sebuah puting beliung besar dan membuat semuanya kaget. Manusia mendapatkan bencana yang bersamaan. Monster angin pun keluar dan dia berpesta dengan puting beliung dengan diameter sampai 300 meter. Sebuah puting beliung yang memiliki mata berwarna putih, monster angin.

Dan dari kejauhan Yuda menjerit, lepas kendali. Zero pun dengan gusar bangun dari tempat ia jatuh tadi.

“Apa yang sebenarnya terjadi?” kata Ryu.

Titan telah keluar.

(Bersambung………….)

Author: 

Related Posts