Cerita Sex LDR? Mana Tahan~ ( Nisa Dan Rudi ) – Part 5

Cerita Sex LDR? Mana Tahan~ ( Nisa Dan Rudi ) – Part 5by adminon.Cerita Sex LDR? Mana Tahan~ ( Nisa Dan Rudi ) – Part 5LDR? Mana Tahan~ ( Nisa Dan Rudi ) – Part 5 *lima* -rudi- “Hhmmmphh,” Nisa gelagapan saat aku mencium bibirnya. “Ru-di, aku ga mauu,” teriaknya saat aku melepaskan ciuman. Aku memandang istriku mesra yang saat ini berada di bawah tubuhku. “Kamu maunya apa Nisa sayang?” aku bertanya sambil tersenyum lembut dan membelai rambutnya. “Aku mau […]

multixnxx- Rena Arai Yuzuha Takeuchi Rena Arai Yu-11 multixnxx- Rena Arai Yuzuha Takeuchi Rena Arai Yu-12 multixnxx- Rena Arai Yuzuha Takeuchi Rena Arai Yu-13LDR? Mana Tahan~ ( Nisa Dan Rudi ) – Part 5

*lima*
-rudi-

“Hhmmmphh,” Nisa gelagapan saat aku mencium bibirnya.

“Ru-di, aku ga mauu,” teriaknya saat aku melepaskan ciuman. Aku memandang istriku mesra yang saat ini berada di bawah tubuhku.

“Kamu maunya apa Nisa sayang?” aku bertanya sambil tersenyum lembut dan membelai rambutnya.

“Aku mau cerai!” jawabnya tegas sambil menatapku marah. Terlihat air mata mulai menggenang di pelupuk matanya, membuatku terdiam mendengar jawaban Nisa.

Duh, nih anak kenapa lagi sih? Perasaan kemarin uda biasa aku mesumin.

“Nisa kenapa? Aku bingung sama kamu,” aku duduk dan membangunkan Nisa, membuat posisi badan kami saling berhadapan.

“Rudi jahat! Rudi selingkuh! Aku mau cerai!” Nisa menangis sejadi-jadinya.

Selingkuh? Kapan aku selingkuh? Pasti kebanyakan nonton sinetron nih si Nisa.

“Nisa kok bisa bilang gitu sih? Kamu kenapa?” aku bertanya lembut sambil menghapus air matanya. Nisa sesengukan menatapku.

“Ta-tadi aku lihat Rudi di mobil sama perempuan. Rudi pasti selingkuh kan? Huhuhu! Padahal aku uda kasih semuanya buat Rudi, tapi Rudi malah jahat sama aku,” tangis Nisa kembali meledak.

Ya ampuuun! Ternyata Nisa melihatku tadi sore dalam perjalan ke toko cabang.

Aku bergerak ke samping Nisa dan merangkulnya, membiarkannya menangis dalam pelukanku.

“Nisa sayang, aku ga selingkuh kok. Tadi tuh aku lagi ngontrol toko di mall, nah perginya sama rekan kerja aku,” aku mencoba menjelaskan kejadian yang sebnarnya kepada Nisa.

“Bohong! Mana ada rekan kerja ketawa ketiwi kaya gitu!” Nisa melepaskan pelukanku dan menatapku kesal.

Perasaan aku ga ketawa ketiwi deh dalam mobil. Nisa salah orang kali ya.

“Kamu bener liat aku? Aku ga bercanda loh di dalam mobil,” aku mencoba mengklarifikasi hal tersebut kepada Nisa.

“Bener! Aku liat kamu! Pasti ketawa-ketiwi berdua kan kaya di sinetron-sinetron! Ngaku aja!”

Ya ampun! Ternyata istriku menuduhku berdasarkan sinetron. Wah, harus diberi pelajaran nih Nisa.

Aku mendekatkan wajahku dan mengecup bibirnya, membuat Nisa terkejut.

“Nisa sayang, aku ga akan selingkuh dari kamu. Aku tuh uda mendapatkan wanita terhebat di dunia buat jadi istri aku. Aku ga akan menyia-nyiakan kamu. Aku tau kalau aku emang bodoh, tapi aku ga akan sebodoh itu buat nyakitin hati kamu. Kamu percaya ya sama aku,” aku menatap mata Nisa dalam-dalam, mencoba mengatakan perasaanku kepadanya.

“Aku sayang sama kamu, Nisa. Ga mungkin aku selingkuh saat aku uda punya istri tercantik dan terbaik sedunia,” lanjutku sebelum kembali mengecup bibir Nisa.

“Rudi ga bohong kan? Rudi bener ga jahatin aku kan?” tanyanya sambil mengusap air matanya yang mulai mengering.

“Iya sayang, aku ga bohongin kamu kok,” aku membentuk tanda victory dengan 2 jariku sambil tersenyum tulus.

“Ya uda, aku percaya. Tapi Rudi ga boleh ngajak perempuan manapun naik mobil Rudi lagi dengan alasan apapun. Aku ga suka!” perintahnya dengan nada galak.

“Iya, aku janji. Besok-besok aku naik kopaja aja deh kalau mau ke toko cabang,” jawabku sambil tersenyum.

“Ya uda yu kita tidur.”

Lah! Kok malah mau tidur? Semena-mena bener Nisa.

“Kok tidur? Aku belum dapat jatah,” kataku sambil meremas payudara Nisa yang hanya dilapisi gaung tidur seksi ini.

“Aaah, ga mau Rudi. Aku kan cuma mau nyiksa kamu aja pake baju ini. Aku ga mau begituan dulu,” Nisa mencoba menahan tanganku. Tapi bukan Rudi namanya kalau menyerah. Aku kembali merebahkan tubuh Nisa dan mulai menciumi tiap jengkal lekuk tubuhnya.

“Gelii! Rudi lepasiin! Aaaaah! Jangaaan diremes!” Nisa menggeliat menerima rangsangan yang kuberikan. Sudah cukup aku menunggu dari tadi. Aku sudah tidak tahan lagi. Segera aku lepaskan celana dalamku dan kusibakkan gaun tidur Nisa.

“Rudi, jangaaan! Aku ga mauuuu!” Nisa menahan celana dalamnya, pertahanan terakhirnya.

“Ayo dong sayang. Masa aku ga dapet jatah? Uda napsu banget nih liat kamu pakai baju seksi gini,” paksaku sambil berusaha menarik turun celana dalam Nisa. Namun Nisa sekuat tenaga menahannya.

Dih! Nisa ngeselin banget siih!

“Nisa!” bentakku sambil menarik turun celana dalam Nisa sekuat tenaga, membuatnya terlepas dari pegangannya.

“Rudi! Aku lagi dapet!” bentaknya tak kalah keras, membuatku ternganga.

Author: 

Related Posts